Muslim Pro Perkuat AI dan Platform Sosial Menjelang Ramadan 2026

Muslim Pro Perkuat AI dan Platform Sosial Menjelang Ramadan 2026

Menjelang Ramadan 2026, Muslim Pro memperkuat teknologi di dalam aplikasinya dengan chatbot AI AiDeen dan platform sosial Ummah. Kedua layanan ini bukanlah fitur baru, namun menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan pengguna. Pendekatan Muslim Pro yang fokus pada teknologi terkendali menjadi poin menarik.

AiDeen: Chatbot AI dengan Sumber Terbatas

AiDeen adalah chatbot AI yang telah dirilis sejak 2024 dalam tahap beta. Berbeda dengan chatbot AI generatif lain, AiDeen hanya mengambil informasi dari sumber terbatas, yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan akurasi informasi, terutama ketika sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan konteks keagamaan.

CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menjelaskan bahwa AiDeen hanya dilatih menggunakan sumber yang telah ditetapkan. Pendekatan ini membuat AiDeen bisa mengenali keterbatasannya sendiri. Ketika pengguna mengajukan pertanyaan yang tidak memiliki rujukan di dalam sumber yang digunakan, sistem tidak akan menghasilkan jawaban spekulatif. Sebaliknya, AiDeen akan menjawab kalau AI tersebut belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Ummah: Platform Sosial Internal dengan Moderasi AI

Selain AiDeen, Muslim Pro juga menyoroti Ummah, platform sosial internal yang telah tersedia sejak Februari 2025. Platform ini memungkinkan pengguna untuk berbagi konten dan berinteraksi dengan komunitas global di dalam ekosistem Muslim Pro, dengan konsep yang menyerupai layanan microblogging.

Ummah tidak sepenuhnya terbuka seperti platform sosial pada umumnya. Muslim Pro menjelaskan bahwa Ummah menerapkan moderasi berbasis AI untuk menjaga kualitas konten yang dibagikan pengguna. Sistem moderasi tersebut diperkuat dengan pengawasan manusia yang dilakukan secara berkala untuk memastikan informasi tetap akurat. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak dapat memposting konten secara bebas tanpa kontrol, guna meminimalkan potensi bias maupun penyebaran informasi yang tidak sesuai.

Fokus pada Teknologi Terkendali

Melalui pengembangan AiDeen dan Ummah, Muslim Pro menunjukkan fokus pada pemanfaatan teknologi yang lebih terkendali, baik dalam penerapan kecerdasan buatan maupun pengelolaan platform sosial. Menjelang Ramadan, pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Muslim Pro dalam menjaga kualitas informasi dan pengalaman pengguna di tengah meningkatnya aktivitas di dalam aplikasi.

Kamu pernah coba AI di aplikasi Muslim Pro? Bagaimana pengalaman kamu? Jangan lupa bagikan di kolom komentar!

Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *