Western Digital, perusahaan teknologi penyimpanan data, tengah mengembangkan dua teknologi baru yang berpotensi mendongkrak performa harddisk (HDD) hingga hampir setara dengan Solid State Drive (SSD). Inovasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan data besar di bidang AI, cloud, dan data center.
High Bandwidth Drive: Bandwidth I/O Lebih Tinggi
Inovasi pertama yang dikembangkan Western Digital adalah High Bandwidth Drive. Berbeda dari HDD konvensional yang hanya membaca satu jalur data dalam satu waktu, teknologi ini memungkinkan banyak head baca-tulis bekerja secara paralel. Desain ini membuat bandwidth I/O bisa meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan HDD saat ini.
Keunggulan ini sangat penting untuk aplikasi yang memerlukan transfer data cepat, seperti pemrosesan data besar di data center. Dengan teknologi ini, HDD bisa lebih efisien dalam menangani tugas-tugas yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh SSD.
Dual Pivot Actuator: Dua Lengan Aktuator untuk Kinerja Lebih Baik
Teknologi kedua adalah Dual Pivot Actuator. Jika biasanya harddisk hanya punya satu lengan aktuator, sistem ini menggunakan dua lengan independen dengan poros terpisah. Keunggulan ini membuat performa naik signifikan tanpa mengorbankan kapasitas penyimpanan, seperti yang terjadi pada desain dual-actuator generasi lama.
Dengan dua lengan aktuator, harddisk bisa mengakses data lebih cepat dan efisien. Ini berarti waktu akses data bisa lebih cepat, sehingga performa keseluruhan harddisk meningkat secara signifikan.
Kombinasi Teknologi untuk Peningkatan Performa Total
Ketika kedua teknologi ini digabungkan, Western Digital mengklaim peningkatan performa total bisa mencapai empat kali lipat dibandingkan HDD kelas atas saat ini. Yang menarik, kapasitas tetap bisa didorong hingga mendekati 100TB dalam ukuran 3,5 inci, dengan biaya per terabyte yang jauh lebih murah dibanding SSD.
Ini berarti harddisk dengan teknologi baru ini tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih ekonomis. Hal ini sangat penting untuk aplikasi yang memerlukan penyimpanan data besar, seperti data center dan sistem cloud.
Target Komersial dan Prototipe
Meski belum dirilis ke pasar, beberapa prototipe teknologi ini dilaporkan sudah diuji coba. Western Digital menargetkan teknologi ini bakal siap secara komersial sekitar tahun 2028 mendatang. Jika teknologi ini sukses, sepertinya harddisk bakal memiliki umur yang jauh lebih panjang lagi dan semoga saja ikut diterapkan di segmen konsumer.
Inovasi ini juga bisa memberikan alternatif yang lebih murah dan efisien bagi pengguna yang memerlukan penyimpanan data besar. Dengan biaya per terabyte yang lebih rendah, harddisk dengan teknologi baru ini bisa menjadi pilihan yang menarik bagi berbagai aplikasi.
Dengan teknologi baru ini, Western Digital berharap bisa mempertahankan relevansi harddisk di era di mana SSD semakin populer. Jika sukses, ini bisa menjadi langkah besar dalam mengembangkan teknologi penyimpanan data masa depan.
Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.

